Dalam sejarah sepak bola Indonesia, nama-nama besar tak selalu lahir dari pusat-pusat industri sepak bola seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Beberapa nama justru datang dari daerah-daerah yang identitas klub dan kebanggaannya tumbuh dari akar rumput dan semangat masyarakat lokal. Salah satu sosok yang menjadi simbol dari loyalitas, dedikasi, dan perjuangan panjang adalah Mukhlis Nakata, kapten legendaris dari Persiraja Banda Aceh.
Mukhlis bukan hanya seorang pemain bola. Ia adalah representasi dari semangat Aceh di dunia olahraga, terutama di masa-masa sulit ketika persepakbolaan Indonesia sedang tidak stabil, dan ketika Aceh sendiri masih dalam masa pemulihan dari konflik dan bencana. Artikel ini akan mengupas perjalanan karier, kontribusi, dan warisan Mukhlis Nakata di kancah sepak bola nasional, khususnya di Persiraja.
Awal Karier: Lahir dan Besar Bersama Persiraja
Mukhlis Nakata lahir di Banda Aceh pada 12 Mei 1988. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minat besar terhadap sepak bola. Bakatnya mulai terbentuk saat mengikuti berbagai turnamen lokal di Aceh. Kedisiplinan, keuletan, dan semangat yang tinggi membuatnya menonjol di antara teman-temannya.
Karier profesional Mukhlis dimulai sejak usia muda ketika ia masuk dalam tim junior Persiraja Banda Aceh, klub kebanggaan masyarakat Aceh. Dari akademi inilah ia kemudian berkembang menjadi pemain inti di tim senior. Sejak itu, namanya tidak pernah lepas dari Persiraja. Bahkan, selama lebih dari satu dekade, Mukhlis menjadi pemain yang setia membela satu klub saja—hal yang cukup langka di era modern sepak bola Indonesia.
Loyalitas Tanpa Batas
Hal paling menonjol dari karier Mukhlis adalah kesetiaannya kepada Persiraja. Dalam kondisi apapun—baik saat tim berada di kasta tertinggi Liga 1 maupun ketika turun ke Liga 2 atau menghadapi krisis manajemen—Mukhlis tetap berada di barisan terdepan. Ia bahkan menolak beberapa tawaran dari klub lain demi tetap bermain untuk tim dari tanah kelahirannya.
Dalam sebuah wawancara, Mukhlis pernah mengatakan bahwa Persiraja bukan hanya klub baginya, melainkan identitas, keluarga, dan harga diri Aceh. Baginya, mengenakan seragam Persiraja adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan tanah kelahiran.
Gaya Bermain dan Posisi
Mukhlis Nakata dikenal sebagai gelandang tengah yang memiliki kemampuan bertahan dan menyerang secara seimbang. Ia bukan tipe gelandang flamboyan yang mencetak banyak gol atau tampil mencolok di depan kamera. Namun, kontribusinya di lapangan sangat vital—terutama dalam menjaga keseimbangan tim, membaca permainan lawan, dan memberikan semangat bagi rekan setim.
Kepemimpinannya di atas lapangan pun tidak diragukan. Sebagai kapten, ia sering menjadi penyemangat tim dan mampu memotivasi pemain muda. Ia juga menjadi penghubung yang baik antara pemain dan manajemen, serta selalu tampil tenang dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Masa Keemasan dan Pengabdian
Mukhlis Nakata mengalami berbagai fase dalam perjalanan Persiraja. Salah satu masa yang paling dikenang adalah saat tim ini berhasil promosi ke Liga 1 Indonesia pada tahun 2019, setelah mengalahkan Sriwijaya FC dalam laga playoff Liga 2. Keberhasilan ini terasa sangat emosional karena tidak hanya membawa klub kembali ke kasta tertinggi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Aceh di kancah nasional.
Sebagai kapten, Mukhlis berperan besar dalam pencapaian tersebut. Ia tidak hanya menjadi panutan di lapangan, tetapi juga sosok pemersatu di luar lapangan, membimbing pemain muda dan menjaga mentalitas tim tetap kuat.
Peran di Tengah Gejolak Sepak Bola Nasional
Perjalanan sepak bola Indonesia tidak selalu mulus. Mulai dari dualisme liga, kisruh federasi, hingga pandemi COVID-19, semuanya menjadi tantangan besar bagi para pemain. Namun Mukhlis tetap teguh dalam komitmennya. Ia tak pernah keluar dari jalur profesionalisme, dan selalu menjaga semangat juang meski liga sempat terhenti atau kompetisi digelar tanpa penonton.
Bahkan saat Persiraja kesulitan dari segi pendanaan atau ketika performa tim menurun, Mukhlis tetap tampil sebagai pemimpin yang bertanggung jawab. Sikapnya ini menjadikannya dihormati bukan hanya oleh suporter Lantak Laju—julukan Persiraja—tetapi juga oleh komunitas sepak bola nasional.
Figur Inspiratif Bagi Generasi Muda
Mukhlis Nakata adalah sosok inspiratif bagi anak-anak muda Aceh yang bermimpi menjadi pesepakbola. Ia menunjukkan bahwa karier sepak bola tidak melulu tentang popularitas atau bermain di klub besar. Kesetiaan, etos kerja, dan cinta pada daerah juga bisa menjadi jalan pengabdian melalui sepak bola.
Banyak sekolah sepak bola di Aceh menjadikan kisah Mukhlis sebagai teladan. Ia kerap diundang untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada pemain muda. Bahkan setelah usianya tidak lagi muda, Mukhlis masih berkontribusi secara aktif di komunitas olahraga Aceh.
Warisan dan Masa Depan
Hingga hari ini, Mukhlis masih aktif bermain bersama Persiraja, walau usianya telah melewati masa keemasan. Namun kontribusinya tidak hanya diukur dari menit bermain. Ia kini menjadi mentor internal yang membantu pelatih dalam membina pemain muda dan menjaga semangat tim.
Meskipun belum resmi pensiun, banyak pihak percaya bahwa Mukhlis akan tetap terlibat dalam dunia sepak bola—mungkin sebagai pelatih, manajer, atau bagian dari pengembangan pemain muda. Ia punya wawasan luas, pengalaman panjang, dan karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam membangun sepak bola daerah.
Mukhlis Nakata bukan hanya seorang pemain, tetapi simbol loyalitas, keberanian, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Dalam sepak bola Indonesia yang kerap bergolak, kehadiran sosok seperti Mukhlis adalah pengingat bahwa olahraga ini bukan sekadar soal skor dan trofi, tetapi juga soal pengabdian, identitas, dan perjuangan kolektif.
Dengan lebih dari satu dekade membela satu klub, menghadapi naik-turun performa tim, dan tetap bertahan dalam badai perubahan, Mukhlis menunjukkan bahwa kesetiaan adalah nilai yang masih relevan dalam sepak bola modern. Ia bukan hanya legenda Persiraja, tapi juga kebanggaan masyarakat Aceh dan panutan bagi generasi muda Indonesia.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut :Mukhlis Nakata