Kiper Emil Audero Mulyadi bersiap menjalani debut bersama Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis, 5 Juni 2025 nanti . Dengan absennya Maarten Paes akibat akumulasi kartu, Audero berpeluang besar mengisi posisi penjaga gawang utama dalam pertandingan krusial ini.
Perjalanan Karier Emil Audero
Lahir pada 18 Januari 1997 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Emil Audero memiliki darah campuran Indonesia dan Italia. Ayahnya, Edy Mulyadi, berasal dari Indonesia, sementara ibunya, Antonella Audero, berkebangsaan Italia. Pada usia satu tahun, Emil pindah ke Italia dan memulai karier sepak bolanya di akademi Juventus. Selama kariernya, ia telah bermain untuk beberapa klub ternama, termasuk Sampdoria, Inter Milan, dan saat ini membela Como 1907 di Serie A.
Meskipun lahir di Indonesia, Emil sebelumnya membela tim nasional Italia di berbagai kelompok usia, mulai dari U-15 hingga U-21. Namun, pada Februari 2025, ia memutuskan untuk kembali ke akar kelahirannya dengan memilih membela Timnas Indonesia. Keputusan ini disambut hangat oleh publik sepak bola Tanah Air.
Proses Naturalisasi dan Tantangannya
Proses naturalisasi Emil Audero tidaklah mudah. Meskipun memiliki darah Indonesia, ia sempat kehilangan kewarganegaraan Indonesia karena tidak melakukan deklarasi sesuai dengan undang-undang kewarganegaraan yang berlaku. Namun, pada 10 Maret 2025, Emil resmi mendapatkan kembali kewarganegaraan Indonesia setelah melalui proses yang panjang dan kompleks.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa proses naturalisasi Emil memerlukan waktu karena berbagai pertimbangan, termasuk keinginan Emil untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa sebelum memutuskan membela Indonesia. Setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan, Emil akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan skuad Garuda.
Persiapan Menjelang Debut
Menjelang pertandingan melawan China, Emil menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan diri. Ia mengikuti sesi latihan intensif bersama skuad Timnas Indonesia dan bahkan mendapatkan latihan khusus untuk meningkatkan refleks dan konsentrasinya. Salah satu hal menarik adalah penggunaan kacamata khusus saat latihan, yang bertujuan untuk melatih fokus dan reaksi dalam menangkap bola.
Selain itu, Emil juga terlihat mengenakan gelang yang berasal dari Lombok, sebagai simbol kedekatannya dengan tanah kelahirannya. "Ya, itu dari Lombok," ujar Emil saat ditanya tentang gelang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun telah lama tinggal di Italia, Emil tetap menjaga ikatan emosional dengan Indonesia.
Harapan dan Antusiasme
Emil mengungkapkan rasa bangganya bisa membela Timnas Indonesia. Ia menyadari bahwa debut di kandang sendiri, di hadapan ribuan suporter, adalah momen yang sangat spesial. "Itu sesuatu yang besar, dan kami sangat bangga akan hal itu. Itu adalah perasaan yang sulit untuk digambarkan, perasaan yang luar biasa," kata Emil.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari suporter dalam pertandingan nanti. Menurutnya, kehadiran suporter memberikan semangat tambahan bagi para pemain di lapangan. "Semua orang, pemain, suporter, staf, pelatih, semua terkoneksi. Jadi saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan teruslah mendukung kami," tambahnya.
Kesimpulan
Debut Emil Audero bersama Timnas Indonesia melawan China menjadi momen yang dinantikan oleh banyak pihak. Dengan pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Eropa dan semangat untuk membela tanah kelahirannya, Emil diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi skuad Garuda. Pertandingan ini bukan hanya menjadi ajang pembuktian bagi Emil, tetapi juga simbol kembalinya talenta diaspora ke pangkuan Ibu Pertiwi.
