Berita Seputar Olah Raga, Kesehatan Indonesia!
Persis Solo Menang: Kebangkitan Sang Laskar Sambernyawa
Kemenangan bukan hanya soal angka di papan skor. Bagi Persis Solo, setiap kemenangan merupakan bukti dari perjuangan, konsistensi, dan impian besar yang terus diperjuangkan sejak lama. Kemenangan terbaru Persis Solo dalam kompetisi Liga 1 bukan hanya sekadar tambahan tiga poin, tapi simbol kebangkitan klub legendaris ini dalam peta sepak bola nasional.
Laga tersebut memperlihatkan bagaimana Persis, yang dikenal dengan julukan Laskar Sambernyawa, telah berkembang menjadi tim yang lebih matang, taktis, dan penuh semangat juang. Dengan dukungan suporter fanatik Pasoepati dan manajemen yang solid, kemenangan ini mengirimkan pesan tegas: Persis bukan lagi tim promosi, tetapi tim pesaing yang harus diperhitungkan.
Persis Solo adalah salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1923. Selama puluhan tahun, klub ini berkutat di kasta bawah sepak bola Indonesia, hingga akhirnya pada tahun 2021 berhasil promosi ke Liga 1 setelah menjuarai Liga 2.
Promosi tersebut bukan hanya soal hasil olahraga, tapi juga kebangkitan sebuah entitas besar yang sempat tertidur. Dengan modal sejarah panjang dan basis suporter besar, Persis mulai membangun fondasi untuk menjadi klub profesional yang modern.
Musim pertama di Liga 1 tidak mudah. Persis harus beradaptasi dengan level permainan yang lebih tinggi, atmosfer kompetisi yang ketat, serta tantangan manajerial yang tidak ringan. Namun perlahan tapi pasti, tim ini menemukan ritme permainan yang stabil.
Dalam laga terbaru yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Persis menjamu lawan tangguh yang secara peringkat berada di atas mereka. Banyak yang memprediksi pertandingan akan berjalan berat. Namun justru, Laskar Sambernyawa tampil dominan sejak menit awal.
Pelatih Leonardo Medina menurunkan formasi 4-3-3 agresif, dengan trio lini depan diisi oleh Ronaldo Kwateh, Fernando Rodríguez, dan Ryo Matsumura. Strategi ini terbukti efektif, karena sejak menit ke-10 Persis sudah menekan pertahanan lawan lewat pergerakan cepat di sisi sayap.
Gol pertama lahir dari kaki Ryo Matsumura setelah menerima umpan silang mendatar dari Abduh Lestaluhu. Gol ini membakar semangat tim dan suporter. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, Persis meningkatkan intensitas. Pada menit ke-62, giliran Fernando Rodríguez mencatatkan namanya di papan skor. Ia sukses memanfaatkan bola rebound hasil sepakan keras Miftahul Hamdi yang ditepis kiper.
Laga berakhir dengan skor 2-1, setelah lawan berhasil mencetak gol hiburan di menit akhir. Namun hasil tersebut cukup untuk memastikan kemenangan penuh bagi Persis, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang menjadi 5 laga beruntun.
Kemenangan ini tidak lepas dari penampilan solid para pemain. Kiper Gianluca Pandeynuwu tampil impresif dengan beberapa penyelamatan penting. Di lini belakang, duet stoper Jaimerson da Silva dan Fabiano Beltrame menjaga area pertahanan dengan disiplin tinggi.
Di lini tengah, Jamie Young dan Eky Taufik menjadi motor permainan. Mereka berhasil menjaga transisi permainan dengan efektif, baik saat menyerang maupun bertahan.
Sedangkan di lini depan, Ryo Matsumura kembali menjadi pembeda. Kecepatan, kelincahan, dan visi bermainnya menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Bersama Fernando, mereka membentuk kombinasi mematikan yang membawa Persis lebih tajam dalam penyelesaian akhir.
Pelatih kepala Leonardo Medina pantas mendapat kredit tinggi. Ia berhasil mengubah pola permainan Persis menjadi lebih dinamis, tidak bergantung pada satu skema, serta fleksibel menyesuaikan lawan.
Medina juga dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan pemain. Ia membangun kepercayaan dan atmosfer kerja yang positif di ruang ganti. Hal ini terbukti dari mentalitas pemain yang terus meningkat, terutama saat menghadapi tekanan di laga besar.
Selain aspek taktik, kekompakan tim juga diperkuat lewat rotasi pemain yang efektif. Pemain pelapis seperti Gavin Kwan, Sutanto Tan, dan Irfan Jauhari sering diberikan menit bermain, menciptakan kompetisi sehat dalam skuad.
Kemenangan ini tidak lepas dari peran besar Pasoepati dan Surakartans, kelompok suporter setia Persis. Mereka memenuhi Stadion Manahan dengan nyanyian, koreografi, dan dukungan penuh dari awal hingga akhir laga.
Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Atmosfer Manahan kembali hidup seperti masa kejayaan dulu. Bahkan di laga ini, Pasoepati mengusung koreografi bertema “Kebangkitan Kota Budaya”, sebagai simbol harapan bahwa sepak bola Solo bisa kembali menjadi kekuatan besar di tanah air.
Di media sosial, tagar #PersisMenang dan #SambernyawaBerkobar langsung menjadi trending, menandakan antusiasme publik terhadap kemenangan ini.
Tiga poin dari laga ini sangat krusial. Persis kini berada di papan tengah klasemen, menjauh dari zona degradasi dan mulai mengincar posisi 6 besar. Target untuk menembus zona Championship Series bukan hal mustahil jika performa konsisten dijaga.
Dengan beberapa laga sisa melawan tim sekelas PSS Sleman, Dewa United, dan Persik Kediri, Persis punya peluang realistis untuk menambah poin dan memperbaiki posisi akhir klasemen musim ini.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Persis. Manajemen sudah mulai merancang rencana jangka panjang, termasuk pembinaan usia muda, peningkatan fasilitas latihan, dan strategi transfer yang lebih terarah.
Persis juga sedang membangun akademi sepak bola modern di bawah naungan Yayasan Persis Muda. Harapannya, talenta lokal dari Solo dan sekitarnya bisa dipromosikan ke tim utama dalam beberapa tahun ke depan, menciptakan regenerasi pemain berkualitas.
Investasi di sektor bisnis, seperti kerja sama dengan sponsor, merchandise resmi, dan aktivasi media sosial, juga mulai menunjukkan hasil. Persis bukan hanya klub yang bertanding, tapi juga membangun citra sebagai institusi profesional.

Kemenangan Persis Solo bukan hanya tentang angka di papan skor. Ini adalah simbol bahwa kebangkitan klub legendaris sedang terjadi. Dari keteguhan suporter, kecerdasan pelatih, hingga semangat para pemain, semuanya bersatu untuk membawa Persis lebih tinggi.
Laskar Sambernyawa tidak lagi sekadar legenda masa lalu, tapi kini menjadi kekuatan nyata yang akan terus mengisi lembaran sejarah sepak bola Indonesia. Dengan semangat tak kenal lelah, Solo kembali menegaskan jati dirinya: Kota Budaya, Kota Sepak Bola, dan Rumah Bagi Pemenang.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : Fawaid Ansory
Persib Perayaan Juara vs Barito: Momen Bersejarah di GBLA
Tanggal yang akan selalu dikenang oleh publik Bandung dan seluruh Bobotoh adalah saat Persib Bandung memastikan gelar juara di hadapan ribuan pendukungnya, dalam laga melawan Barito Putera. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini bukan sekadar laga penutup, melainkan malam penuh euforia, air mata, dan kebanggaan yang tertahan selama bertahun-tahun.
Gelar juara ini menjadi penantian panjang yang akhirnya terbayarkan. Sejak terakhir kali Persib menjuarai Liga Indonesia pada tahun 2014, klub terus berusaha bangkit dan bersaing di papan atas. Namun, berbagai tantangan, pergantian pelatih, dan inkonsistensi performa membuat gelar selalu menjauh. Hingga musim ini, ketika semua elemen tim bersatu demi satu tujuan: mengangkat trofi juara Liga 1.
Pertandingan melawan Barito Putera menjadi laga pamungkas musim ini. Meski secara matematis Persib sudah hampir pasti mengunci gelar, kemenangan tetap dibutuhkan untuk menutup musim dengan cara yang sempurna—di depan pendukung sendiri.
Bermain dengan penuh semangat, Persib tampil dominan sejak menit pertama. Gol cepat dari David da Silva di babak pertama membuka jalan bagi malam yang tak terlupakan. Striker asal Brasil itu menunjukkan kelasnya sebagai top scorer tim, memanfaatkan umpan silang dari Ciro Alves untuk menaklukkan kiper Barito.
Tak lama kemudian, Marc Klok menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas spektakuler yang memantul tiang sebelum masuk ke gawang. Suara gemuruh GBLA mengguncang langit Bandung. Saat peluit akhir berbunyi, papan skor menunjukkan 3-0 untuk kemenangan Persib, dengan gol terakhir disumbangkan oleh Beckham Putra, pemain muda kebanggaan Bandung.
Sejak pagi hari, kawasan sekitar GBLA sudah dipadati oleh ribuan Bobotoh yang ingin menyaksikan sejarah. Nuansa biru mendominasi. Jersey Persib, bendera, syal, hingga wajah-wajah penuh harap membanjiri tribun stadion. Teriakan, nyanyian, dan yel-yel menggema jauh sebelum kick-off dimulai.
Saat tim memasuki lapangan, koreografi megah dari Bobotoh menyelimuti stadion. Spanduk besar bertuliskan “Saatnya Kembali Menjulang” terbentang, menjadi simbol harapan yang akhirnya terwujud. Suporter dari berbagai kota pun turut hadir. Dari Jakarta, Garut, Tasikmalaya, hingga luar pulau Jawa, semuanya datang untuk menyaksikan malam keemasan ini.
Kemenangan di laga ini terasa semakin emosional karena terjadi di kandang sendiri. GBLA menjadi saksi lahirnya kembali kejayaan Maung Bandung.
Begitu wasit meniup peluit akhir, seluruh stadion bergemuruh. Para pemain saling berpelukan, beberapa bahkan menangis haru. Pelatih Bojan Hodak, yang baru musim ini menangani Persib, diangkat oleh para pemain sebagai bentuk penghargaan. Hodak sukses menyatukan tim, memaksimalkan potensi pemain lokal dan asing, serta membangun semangat juang yang tak tergoyahkan.
Trofi Liga 1 pun dibawa masuk ke lapangan. Satu per satu pemain menaiki podium, menerima medali, dan mengangkat piala juara. Kapten tim, Achmad Jufriyanto, menjadi yang pertama mengangkat trofi, disambut dengan kembang api dan hujan konfeti. Tangis haru terlihat di wajahnya, mengingat ini adalah musim terakhirnya bersama klub sebelum pensiun.
Setelah itu, seluruh tim melakukan victory lap mengelilingi stadion, menyapa suporter, dan mengabadikan momen dengan keluarga. Para pemain lokal seperti Febri Hariyadi, Henhen Herdiana, dan Rachmat Irianto mendapat sorakan meriah dari tribun, menunjukkan betapa cintanya Bobotoh terhadap darah biru Bandung.
Perjalanan Persib musim ini tak mudah. Mengawali musim dengan hasil kurang maksimal, sempat berada di luar empat besar, dan menghadapi kritik dari banyak pihak. Namun perlahan, tim bangkit. Pergantian pelatih dan peningkatan performa pemain kunci menjadi katalis kebangkitan.
David da Silva menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan 20+ gol, didukung oleh kreativitas Ciro Alves dan determinasi Marc Klok di lini tengah. Lini pertahanan yang dikomandoi oleh Nick Kuipers dan Alfredo Agung juga tampil konsisten, hanya kebobolan sedikit dalam 10 pertandingan terakhir musim reguler.
Kemenangan-kemenangan penting atas tim kuat seperti Bali United, Arema FC, dan rival utama Persija Jakarta menjadi tonggak menuju tangga juara. Semangat “Fight Until The End” benar-benar diwujudkan sepanjang musim.
Tak hanya di stadion, perayaan juga terjadi di seluruh kota Bandung. Jalanan dipenuhi konvoi Bobotoh yang bersorak-sorai, membawa bendera dan membunyikan klakson. Landmark kota seperti Gedung Sate dan Alun-Alun dipenuhi massa yang menyanyikan lagu kemenangan.
Di media sosial, tagar seperti #PersibJuara, #MaungJuara2025, dan #BobotohPride menjadi trending. Banyak tokoh publik, selebritas, bahkan pejabat daerah turut mengucapkan selamat. Wali Kota Bandung memberikan sambutan khusus dan menjanjikan pawai juara keesokan harinya, mengitari pusat kota.
Bagi Bobotoh, gelar ini lebih dari sekadar piala. Ini adalah bentuk pembuktian cinta mereka terhadap klub, setelah bertahun-tahun setia meski hasil tak selalu memuaskan.
Sehari setelah pertandingan, ribuan Bobotoh kembali memadati jalanan Bandung untuk mengikuti pawai juara. Dimulai dari stadion, rombongan tim menaiki bus atap terbuka yang berkeliling ke titik-titik ikonik kota: Jalan Asia Afrika, Dago, dan berakhir di Balai Kota Bandung.
Di sana, manajemen klub menggelar acara apresiasi. Seluruh pemain dan ofisial diberikan penghargaan, termasuk pelatih, tim medis, dan kitman. Manajemen juga mengumumkan bahwa tim akan dipertahankan untuk musim depan dan akan mengikuti kompetisi Asia (AFC Cup atau ACL 2) sebagai wakil Indonesia.
Kemenangan Persib atas Barito Putera dan perayaan juara yang menyertainya menjadi tonggak sejarah baru bagi klub. Setelah sepuluh tahun menunggu, Maung Bandung kembali ke singgasananya. Namun ini bukan akhir, melainkan awal dari era baru.
Dengan skuad solid, dukungan penuh dari Bobotoh, serta fondasi manajemen yang mulai stabil, Persib memiliki peluang besar untuk mendominasi sepak bola nasional dan merambah kompetisi Asia.
Dan malam di GBLA itu akan terus hidup dalam memori jutaan pendukung: malam saat mimpi menjadi nyata, malam saat biru kembali menjulang tinggi di langit Indonesia.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : Sonny Stevens
Nick Kuipers di Persib: Tembok Kokoh dari Belanda untuk Maung Bandung
Dalam beberapa tahun terakhir, Persib Bandung dikenal sebagai klub yang cermat dalam merekrut pemain asing, terutama untuk sektor pertahanan. Salah satu nama yang paling menonjol dan konsisten sejak kedatangannya adalah Nick Kuipers. Bek asal Belanda ini telah menjelma menjadi sosok vital di jantung pertahanan Maung Bandung. Dengan postur menjulang, kemampuan bertahan solid, dan semangat juang tinggi, Kuipers tak hanya menjadi andalan pelatih, tapi juga dicintai oleh Bobotoh, suporter setia Persib.
Artikel ini akan mengulas perjalanan Nick Kuipers di Persib, kontribusinya di lapangan, gaya bermain yang khas, serta pengaruhnya terhadap tim dan kultur sepak bola Indonesia.
Nick Kuipers lahir pada 8 Oktober 1992 di Maastricht, Belanda. Ia memulai karier profesionalnya bersama MVV Maastricht, klub yang berkompetisi di Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda. Di sana, Kuipers berkembang sebagai bek tengah yang kuat dan disiplin.
Setelah menunjukkan performa stabil, ia pindah ke beberapa klub Belanda lain seperti FC Dordrecht, ADO Den Haag, dan sempat dipinjamkan ke FC Emmen. Meski tidak bermain di level Eredivisie secara konsisten, pengalaman bertanding di Eropa membentuk karakter dan kedewasaan Kuipers sebagai pemain profesional.
Pada pertengahan tahun 2019, Persib Bandung resmi mengumumkan kedatangan Nick Kuipers. Keputusan ini diambil setelah klub melihat kebutuhan akan sosok bek tengah tangguh yang bisa menjadi pemimpin lini belakang.
Kehadiran Kuipers langsung mendapat sambutan hangat dari publik Bandung. Postur tubuhnya yang menjulang (sekitar 190 cm) serta latar belakangnya sebagai pemain Eropa membuat Bobotoh berharap besar ia bisa menjadi “tembok baru” Persib.
Tidak butuh waktu lama bagi Kuipers untuk beradaptasi. Dalam debutnya bersama Persib, ia langsung menunjukkan kualitas sebagai bek tangguh, mampu membaca pergerakan lawan, dan menjalin komunikasi baik dengan rekan-rekannya.
Nick Kuipers dikenal sebagai bek tengah tradisional yang kuat dalam duel satu lawan satu dan tangguh dalam situasi bola udara. Namun, ia juga memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, membuatnya ideal dalam membangun serangan dari belakang.
Beberapa aspek khas dari gaya bermain Kuipers:
Kuat dalam duel udara: Baik saat bertahan maupun menyerang bola mati.
Posisi bertahan cerdas: Jarang terpancing dan pandai membaca arah bola.
Tegas dalam tekel: Tapi tetap menjaga disiplin agar tidak melakukan pelanggaran berlebihan.
Distribusi bola rapi: Mampu mengalirkan bola ke lini tengah atau bek sayap dengan presisi.
Kemampuan ini menjadikannya bukan sekadar bek yang memotong serangan, tapi juga pemain yang berperan dalam membangun serangan dari belakang (ball-playing defender).
Salah satu nilai plus terbesar Nick Kuipers adalah konsistensinya. Sejak bergabung, ia selalu menjadi pilihan utama dalam starting eleven, terlepas dari pergantian pelatih di tubuh Persib.
Dalam banyak musim, Kuipers tercatat sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Maung Bandung. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran dia di lini belakang, serta kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih.
Tak hanya itu, Kuipers juga menunjukkan loyalitas luar biasa. Saat pandemi COVID-19 melanda dan kompetisi dihentikan, ia tetap memilih bertahan di Indonesia dan menjaga kebugarannya secara mandiri. Banyak pemain asing memilih hengkang saat situasi tidak menentu, tapi Kuipers tetap setia pada Persib.
Meski bukan kapten utama, Nick Kuipers seringkali menunjukkan jiwa kepemimpinan di lapangan. Ia tidak ragu mengarahkan rekan-rekan setimnya, menjaga ritme permainan, dan memotivasi saat tim sedang tertinggal.
Komunikasinya yang aktif dengan pemain lain, baik lokal maupun asing, menjadi penguat lini belakang. Ia juga kerap menjadi mentor bagi pemain muda, seperti Kakang Rudianto atau Robi Darwis, yang mulai menembus tim utama.
Dengan pengalaman bermain di Eropa dan jam terbang tinggi di Liga 1, Kuipers menjadi panutan ideal di ruang ganti Persib.
Salah satu pencapaian penting bersama Persib adalah membawa tim menjadi runner-up Liga 1 2021/2022, serta konsisten bertarung di papan atas klasemen. Meski gelar juara belum diraih sejak kedatangannya, Kuipers menjadi bagian penting dalam transformasi tim menjadi lebih solid dan kompetitif.
Di musim 2023/2024, ia tetap menjadi andalan Bojan Hodak dalam formasi tiga bek maupun empat bek. Stabilitas dan ketenangan yang ia bawa membantu Persib menjaga pertahanan dari tekanan lawan, dan menjadi dasar kuat dalam strategi menyerang dari belakang.
Nick Kuipers dikenal sebagai pemain asing yang dekat dengan suporter. Ia aktif di media sosial dan kerap menyapa Bobotoh dalam bahasa Indonesia. Ia juga menyukai kultur Bandung, dari makanan, musik, hingga gaya hidup lokal.
Kedekatan ini membuatnya menjadi salah satu pemain asing paling dicintai oleh publik Persib, menyusul nama-nama legendaris seperti Vladimir Vujovic atau Makan Konaté.
Tidak jarang Bobotoh membentangkan spanduk bertuliskan namanya, atau menyanyikan chant khusus untuknya saat bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Berikut beberapa statistik penting Nick Kuipers selama berseragam Persib (hingga 2024):
Jumlah pertandingan: 100+ laga
Gol: 4 (mayoritas dari sundulan bola mati)
Assist: 2
Clean sheets (bersama tim): Puluhan pertandingan
Kartu kuning/merah: Relatif sedikit, menunjukkan disiplin tinggi
Statistik ini menunjukkan bahwa Kuipers bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga cerdas dalam bermain.
Saat ini, Nick Kuipers memasuki usia matang bagi seorang bek tengah. Di usia 32 tahun, ia berada pada puncak kedewasaan dan pengalaman. Jika ia terus menjaga kebugaran dan konsistensi, ia masih bisa bermain di level tertinggi selama beberapa musim ke depan.
Persib tampaknya menyadari pentingnya mempertahankan pemain seperti Kuipers. Kontrak jangka panjang dan kepercayaan dari manajemen menjadi indikator bahwa ia akan tetap menjadi bagian dari proyek jangka panjang Maung Bandung.
Bahkan, banyak Bobotoh berharap Kuipers bisa pensiun di Persib dan mengakhiri kariernya di Bandung—sebuah kehormatan yang hanya didapat oleh pemain yang benar-benar berjasa bagi klub.

Nick Kuipers bukan hanya pemain asing yang datang dan pergi. Ia adalah bagian dari keluarga besar Persib Bandung. Sejak 2019, ia telah menjadi simbol keteguhan dan profesionalisme di lini belakang Maung Bandung.
Dengan dedikasi tinggi, jiwa kepemimpinan, dan kecintaan pada klub serta suporter, Kuipers telah mencetak tempat istimewa di hati Bobotoh. Dalam sejarah panjang Persib, nama Nick Kuipers layak dicatat sebagai salah satu bek asing terbaik yang pernah memperkuat klub ini.
Jika kelak Persib meraih gelar juara Liga 1, Kuipers pasti menjadi salah satu pemain yang paling layak mengangkat trofi—bukan hanya karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga karena kesetiaan dan cintanya pada Persib dan kota Bandung.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : Yofandani Damai Pranata
Tyrone di Persib: Pilar Baru Lini Belakang Maung Bandung
Persib Bandung, salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia, terus berbenah demi mewujudkan ambisi meraih gelar juara Liga 1. Dalam proses membangun tim yang solid, kehadiran pemain asing berkualitas menjadi bagian penting dari strategi klub. Salah satu rekrutan yang menyita perhatian adalah Tyrone Conraad, penyerang berdarah Belanda yang menjadi bagian dari skuad Persib pada musim kompetisi 2023/2024.
Meski pada awalnya banyak yang menyangka Tyrone adalah seorang bek atau gelandang karena posturnya yang atletis, namun sejatinya ia adalah penyerang murni dengan gaya bermain eksplosif dan naluri mencetak gol tinggi. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang peran Tyrone di Persib, latar belakang kariernya, kontribusinya di lapangan, hingga prospek masa depannya bersama Maung Bandung.
Tyrone Conraad lahir pada 7 April 1997 di Belanda. Ia memiliki darah keturunan Suriname dan meniti karier profesionalnya di Eropa. Conraad menempuh pendidikan sepak bola di akademi Feyenoord, salah satu akademi terbaik di Belanda yang telah menghasilkan pemain-pemain top dunia.
Setelah menembus level profesional, ia sempat membela klub-klub seperti FC Dordrecht, SC Cambuur, dan kemudian merantau ke Asia Tenggara dengan memperkuat PSM Makassar pada musim sebelumnya. Penampilannya bersama PSM cukup impresif, mencetak sejumlah gol penting yang membantu klub tampil kompetitif di Liga 1.
Kemampuannya menarik perhatian manajemen Persib yang saat itu tengah mencari penyerang baru untuk mempertajam lini depan. Ia resmi bergabung pada awal musim 2023/2024 dan menjadi salah satu rekrutan penting dalam proyek membangun skuad yang lebih kompetitif.
Transfer Tyrone ke Persib Bandung menandai langkah strategis dari pelatih dan manajemen. Dengan kepergian beberapa pemain kunci di lini depan dan kebutuhan akan striker yang bisa mengisi peran target man maupun second striker, Tyrone dianggap sebagai solusi yang tepat.
Dalam konferensi pers pengenalan pemain, pelatih Persib (yang saat itu ditangani Bojan Hodak) menyatakan bahwa Tyrone dipilih karena memiliki kecepatan, kemampuan menahan bola, serta naluri gol yang baik. Ia diharapkan menjadi tandem ideal bagi David da Silva atau bahkan menjadi penyerang utama dalam skema rotasi.
Sebagai penyerang, Tyrone memiliki gaya bermain yang menggabungkan kekuatan fisik dan kelincahan. Ia bukan tipe penyerang yang hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi aktif mencari ruang, melakukan pressing terhadap pemain belakang lawan, dan juga membantu dalam fase build-up.
Beberapa keunggulan Tyrone antara lain:
Dribbling Kuat: Mampu melewati lawan satu lawan satu.
Mobilitas Tinggi: Sering bergerak melebar untuk membuka ruang.
Penyelesaian Akhir Akurat: Tahu cara menempatkan bola ke sudut yang sulit dijangkau kiper.
Tangguh di Udara: Postur tubuhnya memungkinkan dia memenangkan duel bola atas.
Kerja Sama Tim: Tidak egois, aktif memberikan umpan matang ke rekan-rekannya.
Kombinasi ini menjadikannya pemain serba bisa di lini depan yang tidak hanya berfungsi sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator peluang.
Sejak awal musim, Tyrone langsung menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang siap bersaing. Dalam beberapa laga awal, ia mencetak gol penting dan memperlihatkan performa konsisten. Ia juga memperlihatkan fleksibilitas dalam posisi bermain, bisa ditempatkan sebagai penyerang tengah maupun winger kanan atau kiri.
Statistik awal musim menunjukkan bahwa Tyrone merupakan salah satu pemain dengan kontribusi langsung terhadap gol tertinggi di Persib, baik melalui gol maupun assist. Bahkan saat Persib mengalami kesulitan mencetak gol di awal musim, Tyrone menjadi penyelamat dengan gol-golnya yang datang pada momen krusial.
Sebagai pemain asing, adaptasi adalah hal yang krusial. Namun, Tyrone dengan cepat menyesuaikan diri dengan atmosfer sepak bola Indonesia dan kultur Bandung yang sangat mendukung klubnya.
Dalam berbagai wawancara, Tyrone mengaku terkesan dengan sambutan dari Bobotoh, suporter Persib yang dikenal militan dan penuh semangat. Ia juga merasa nyaman dengan gaya hidup di Bandung yang sejuk dan ramah.
Di dalam tim, hubungan Tyrone dengan pemain lain juga sangat baik. Ia cepat menyatu dengan para pemain seperti Beckham Putra, Marc Klok, dan David da Silva. Chemistry ini tampak dalam pergerakan dan kombinasi mereka di lapangan.
Pelatih Bojan Hodak dikenal menyukai skema yang fleksibel. Ia tidak terpaku pada satu formasi dan kerap berganti taktik tergantung lawan. Dalam berbagai formasi seperti 4-3-3 atau 3-4-3, Tyrone menjadi bagian penting dalam struktur ofensif.
Ia bisa dimainkan sebagai penyerang tengah yang mobile, atau sebagai penyerang sayap yang menusuk ke dalam. Dalam beberapa pertandingan, Tyrone juga menjalankan peran sebagai false nine, menarik bek lawan keluar dari posisinya dan membuka ruang untuk gelandang menyerang.
Dengan kemampuan teknis yang mumpuni, ia menjadi sosok yang ideal dalam pola permainan cepat dan dinamis yang coba diterapkan oleh pelatih.
Meski tampil cukup baik, Tyrone tetap menghadapi tantangan. Liga 1 Indonesia dikenal kompetitif dan sulit diprediksi. Cuaca tropis, perjalanan jauh antar kota, serta tekanan suporter membuat pemain asing harus bekerja ekstra dalam menjaga kondisi fisik dan mental.
Tyrone pun menyadari bahwa untuk menjadi pemain yang dikenang, konsistensi adalah kunci. Ia menyatakan bahwa target utamanya adalah membantu Persib meraih gelar juara, sesuatu yang telah lama dinantikan oleh Bobotoh sejak terakhir kali meraihnya pada 2014.
Kehadiran Tyrone membawa aura positif di tengah publik Persib. Gayanya yang atraktif dan dedikasinya di lapangan membuat ia cepat dicintai. Banyak penggemar mulai mengenakan jersey bernomor punggung miliknya, dan ia aktif berinteraksi di media sosial dengan para Bobotoh.
Selain itu, Tyrone juga sering tampil di acara sosial klub, seperti coaching clinic dan penggalangan dana sosial, memperlihatkan bahwa ia tidak hanya fokus pada sepak bola, tapi juga peduli dengan komunitas sekitarnya.
Jika performa Tyrone terus stabil, besar kemungkinan Persib akan memperpanjang kontraknya dan menjadikannya bagian dari proyek jangka panjang klub. Usianya yang masih tergolong muda (sekitar 27 tahun) membuatnya berada di usia emas seorang pesepak bola.
Ia juga bisa menjadi salah satu ikon baru Persib yang merepresentasikan semangat muda, kerja keras, dan permainan menyerang. Dengan dukungan dari klub, pelatih, dan suporter, masa depan Tyrone di Bandung terlihat sangat cerah.

Tyrone Conraad bukan hanya pemain asing biasa di Persib. Ia adalah simbol transformasi lini serang, pemain yang tidak hanya bermain untuk mencetak gol, tapi juga untuk memberikan gairah pada tim dan suporter.
Jika terus berkembang dan konsisten memberikan kontribusi, bukan tidak mungkin nama Tyrone akan dikenang sebagai salah satu penyerang asing terbaik yang pernah membela Persib Bandung. Dan bagi Bobotoh, Tyrone adalah harapan baru menuju gelar juara yang dinantikan sejak lama.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut :Alfriyanto Nico Saputro
Beckham Putra: Permata Muda Maung Bandung
Dalam deretan pemain muda berbakat Indonesia, nama Beckham Putra Nugraha menempati posisi istimewa. Gelandang kreatif yang identik dengan Persib Bandung ini bukan hanya mencuri perhatian karena namanya yang unik, tetapi juga karena kualitas permainan dan kedewasaan yang ditunjukkannya di lapangan sejak usia sangat muda. Dikenal sebagai simbol masa depan Persib dan Timnas Indonesia, perjalanan Beckham dari akademi hingga menjadi andalan di level profesional adalah kisah penuh semangat, disiplin, dan cinta terhadap sepak bola.
Artikel ini akan mengupas perjalanan karier Beckham Putra, kontribusinya untuk Persib dan tim nasional, gaya bermainnya yang khas, serta potensi besar yang masih terus berkembang.
Beckham Putra lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Sejak kecil, darah sepak bola sudah mengalir dalam dirinya. Ia adalah adik dari Gian Zola, gelandang yang juga pernah membela Persib dan Timnas Indonesia. Tumbuh besar di kota yang menjunjung tinggi budaya sepak bola, Beckham sejak dini sudah bercita-cita menjadi pemain profesional.
Ia bergabung dengan akademi Persib sejak usia dini dan menonjol sebagai pemain yang memiliki teknik tinggi, visi bermain tajam, dan insting kreatif alami. Nama "Beckham" yang ia sandang bukan hanya sekadar kebetulan—ia memang terinspirasi dari gelandang legendaris Inggris, David Beckham. Meski posisinya berbeda, semangat dan ketekunannya di lapangan mencerminkan dedikasi yang sama.
Nama Beckham mulai dikenal publik secara luas ketika tampil luar biasa bersama Persib U-19 dalam kompetisi Liga 1 U-19 musim 2018. Saat itu, ia menjadi top skor turnamen sekaligus membawa Persib U-19 menjadi juara.
Permainannya yang enerjik, penuh imajinasi, dan mampu menciptakan peluang dari lini tengah, membuatnya dipromosikan ke tim senior Persib di usia yang masih sangat muda. Pada saat itu, publik Bandung menyambutnya sebagai bintang masa depan klub, bahkan mulai menjulukinya sebagai "The Next Hariono" atau "playmaker lokal masa depan".
Beckham menjalani debut profesionalnya bersama Persib pada musim Liga 1 2019. Dalam beberapa pertandingan awal, ia sempat dimainkan sebagai pemain pengganti. Namun perlahan, dengan kerja keras dan konsistensi, Beckham mulai mendapat kepercayaan lebih dari pelatih.
Salah satu momen bersejarah dalam karier awalnya adalah ketika ia mencetak gol perdananya untuk Persib, yang langsung mendapat sambutan meriah dari Bobotoh. Gol tersebut menandai transformasi Beckham dari sekadar "pemain muda berbakat" menjadi pemain penting dalam skema permainan Persib.
Seiring berjalannya waktu, Beckham membuktikan bahwa usianya yang muda tidak menjadi halangan untuk tampil dewasa di lapangan. Ia mampu menghadapi tekanan besar sebagai pemain lokal di klub sebesar Persib, dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi.
Beckham Putra dikenal sebagai gelandang serang (attacking midfielder) dengan visi bermain tajam. Ia kerap ditempatkan di belakang striker dalam formasi 4-2-3-1 atau sebagai sayap dalam formasi fleksibel.
Ciri khas Beckham adalah:
Dribel cepat dan kontrol bola yang halus.
Umpan terobosan akurat dan berani mengeksekusi umpan-umpan sulit.
Mobilitas tinggi, sering turun menjemput bola dan membangun serangan dari tengah.
Keberanian duel satu lawan satu, serta tidak mudah kehilangan bola.
Selain kemampuan teknis, Beckham juga menunjukkan kecerdasan taktis dalam membaca pergerakan lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Ini membuatnya menjadi salah satu pemain kunci dalam fase transisi Persib dari bertahan ke menyerang.
Meski karier Beckham terus menanjak, ia juga menghadapi tantangan. Salah satu yang cukup menonjol adalah cedera, terutama pada musim 2022/2023, di mana ia sempat absen beberapa pekan akibat masalah pada lutut.
Selain itu, tantangan utama Beckham adalah menjaga konsistensi performa di tengah persaingan ketat pemain tengah Persib. Kehadiran pemain asing dan senior seperti Marc Klok, Dedi Kusnandar, atau Stefano Beltrame menuntut Beckham untuk terus meningkatkan performanya jika ingin tetap menjadi pilihan utama.
Namun, hal ini justru memacu semangat Beckham. Ia terus bekerja keras dalam latihan dan beradaptasi dengan berbagai sistem permainan yang diterapkan oleh pelatih.
Beckham tidak hanya bersinar di level klub. Ia juga menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia U-19 dan U-23. Ia beberapa kali mencetak gol penting dalam turnamen seperti Piala AFF U-19, SEA Games, dan Kualifikasi AFC U-23.
Dalam ajang SEA Games 2023, Beckham menjadi bagian dari skuad emas yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia setelah menanti selama lebih dari satu dekade. Meski tidak selalu menjadi starter, peran Beckham sebagai pemain pengganti yang mampu mengubah tempo permainan sangat dihargai oleh pelatih dan rekan satu tim.
Pengalaman di level internasional ini semakin mematangkan Beckham dalam hal mental, taktik, dan daya tahan fisik.
Sebagai putra asli Bandung, Beckham memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Bobotoh. Ia tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga membawa identitas lokal dan kebanggaan kota di setiap penampilannya.
Ia sering mengungkapkan rasa syukurnya bisa membela Persib dan bertekad memberikan gelar juara untuk klub yang membesarkannya. Bobotoh pun menyambutnya dengan dukungan penuh, menjadikannya ikon baru yang mewakili generasi muda Bandung.
Beckham Putra masih sangat muda dan memiliki jalan panjang dalam karier sepak bolanya. Dengan disiplin, fokus, dan dukungan tim pelatih, Beckham berpotensi menjadi pemain kelas Asia, bahkan bisa mengikuti jejak pemain Indonesia lainnya yang berkarier di luar negeri.
Langkah Beckham berikutnya adalah memperkuat posisinya sebagai pemain utama Persib dan menjadi bagian inti dari Timnas senior Indonesia. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi playmaker utama Indonesia dalam satu dekade ke depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5033051/original/057108400_1733199176-library_upload_21_2024_08_996x664_beckham-1_aa1e86b.jpg)
Beckham Putra Nugraha adalah contoh sempurna dari bagaimana pemain muda lokal bisa berkembang di klub besar jika diberikan kesempatan dan dukungan. Dari akademi, junior, hingga tim utama, ia menunjukkan bahwa kerja keras dan kecintaan pada klub bisa menjadi kunci kesuksesan.
Sebagai simbol regenerasi Persib dan masa depan Timnas Indonesia, Beckham membawa harapan besar. Ia adalah cerminan bahwa sepak bola Indonesia tidak kekurangan talenta—yang dibutuhkan hanyalah sistem pembinaan yang baik, kepercayaan, dan semangat juang tinggi.
Selama Beckham terus menjaga performa dan semangatnya, masa depan sepak bola Indonesia—terutama dari lini tengah—akan tetap bersinar cerah.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : Alex Martins Ferreira
David da Silva di Persib: Mesin Gol Maung Bandung
Kehadiran pemain asing berkualitas tinggi selalu menjadi magnet dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Salah satu nama yang mencuat dalam beberapa musim terakhir adalah David da Silva, striker tajam asal Brasil yang kini menjadi ujung tombak Persib Bandung. Sejak kedatangannya, David telah menjadi pusat perhatian berkat insting mencetak gol yang luar biasa, kemampuan fisik mumpuni, serta kontribusi konsisten untuk tim kebanggaan bobotoh ini.
Artikel ini akan membahas perjalanan David da Silva di Persib Bandung, peran pentingnya dalam skuat Maung Bandung, statistik impresif yang ditorehkannya, serta pengaruhnya terhadap performa klub secara keseluruhan.
David Aparecido da Silva lahir pada 12 November 1989 di Guarulhos, Brasil. Ia memulai karier sepak bolanya di tanah kelahirannya sebelum merambah dunia internasional. Karier profesionalnya mencakup klub-klub dari berbagai negara, termasuk Brasil, Uni Emirat Arab, Portugal, Korea Selatan, dan Indonesia.
David dikenal sebagai striker bertipe predator kotak penalti, yang punya penyelesaian akhir klinis, kecepatan berlari yang baik, dan kekuatan fisik luar biasa. Karakteristik ini membuatnya menjadi salah satu striker paling berbahaya di Liga 1.
Sebelum memperkuat Persib, David pernah bermain untuk Persebaya Surabaya dan mencetak banyak gol, menjadikannya sosok yang ditakuti lini pertahanan lawan. Kepindahannya ke Persib pada musim 2021/2022 menandai langkah besar dalam kariernya di Indonesia.
David da Silva resmi bergabung dengan Persib pada Desember 2021, menggantikan Geoffrey Castillion yang saat itu dilepas oleh manajemen. Keputusan ini menuai respons positif dari para pendukung, mengingat rekam jejak David yang cemerlang bersama Persebaya dengan torehan gol luar biasa.
Pelatih Persib saat itu, Robert Alberts, menyatakan bahwa David dipilih karena gaya bermainnya yang sesuai dengan filosofi tim: cepat, kuat, dan tajam di depan gawang. Meski sempat mengalami masa adaptasi, David menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu singkat.
Ia langsung mencetak gol dalam beberapa pertandingan awalnya bersama Persib, menandai bahwa klub telah mengambil keputusan yang tepat.
Salah satu keunggulan David da Silva adalah konsistensi mencetak gol. Sejak bergabung dengan Persib, ia menjadi pencetak gol terbanyak klub dalam dua musim berturut-turut. Berikut beberapa catatan pentingnya:
Musim 2021/2022: Meskipun hanya bermain separuh musim, David berhasil mencetak lebih dari 7 gol.
Musim 2022/2023: David tampil impresif dengan 24 gol dalam satu musim Liga 1, menjadikannya top skor klub dan masuk dalam perburuan top skor liga.
Musim 2023/2024: Ia kembali menjadi tumpuan utama dalam lini serang dan menyumbangkan gol-gol krusial untuk menjaga Persib tetap bersaing di papan atas.
Kontribusi golnya bukan hanya soal jumlah, tapi juga waktu dan konteks: banyak gol David yang menjadi penentu kemenangan atau menyelamatkan tim dari kekalahan.
David da Silva merupakan striker modern yang memadukan teknik tinggi dengan kekuatan fisik. Ia memiliki kemampuan duel udara, kecepatan dalam menyambut umpan terobosan, serta kontrol bola yang baik meski di bawah tekanan.
Di Persib, ia sering menjadi target man dalam skema serangan balik, atau striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Ia juga aktif menjemput bola ke luar kotak penalti, menciptakan ruang bagi winger atau gelandang serang untuk masuk ke area berbahaya.
Selain kemampuan mencetak gol, David juga piawai dalam memegang bola dan menahan tekanan lawan, memudahkan rekan-rekannya untuk membangun serangan.
David da Silva dengan cepat mendapatkan tempat di hati para Bobotoh. Sikap profesional, dedikasi di lapangan, serta interaksinya dengan suporter membuatnya disukai oleh publik Bandung.
Ia sering memposting pesan dukungan dan rasa terima kasih kepada Bobotoh di media sosial, serta menunjukkan semangat tinggi dalam setiap pertandingan.
Dalam tim, David dikenal sebagai sosok pemimpin di lini depan. Meski bukan kapten resmi, pengalamannya di berbagai liga dan kematangannya sebagai pemain membuatnya menjadi panutan bagi pemain muda. Ia juga memiliki hubungan baik dengan para pemain lokal seperti Ciro Alves, Marc Klok, hingga Beckham Putra.
Perjalanan David di Persib tidak sepenuhnya mulus. Ia beberapa kali mengalami cedera otot yang memaksanya absen dalam beberapa pertandingan penting. Namun, ia selalu kembali dengan semangat tinggi dan berhasil menjaga produktivitasnya.
Selain itu, tekanan dari ekspektasi tinggi publik Bandung bukanlah hal yang mudah. Sebagai striker utama, ia dituntut untuk selalu mencetak gol dan tampil maksimal di setiap laga. Namun, David justru menjadikan tekanan itu sebagai motivasi.
Kehadiran David da Silva di Persib bukan hanya memberikan keunggulan dalam aspek teknik, tetapi juga dalam hal mentalitas kompetitif. Ia adalah tipe pemain yang mengangkat moral tim dengan penampilan dan sikapnya di lapangan.
Dalam beberapa musim ke depan, David masih akan menjadi bagian vital dalam rencana jangka panjang Persib, terutama jika klub ingin menembus kompetisi Asia seperti AFC Cup atau bahkan Liga Champions Asia.
Dengan adanya pemain pendukung yang solid di lini tengah dan sektor sayap, seperti Stefano Beltrame dan Febri Hariyadi, potensi David untuk terus mencetak gol masih sangat besar.
David da Silva tidak hanya menjadi ikon bagi Persib, tapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Indonesia. Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi, seorang striker bisa menjadi mesin gol yang konsisten.
Kehadirannya juga memberi dampak pada peningkatan standar kompetisi Liga 1, mendorong pemain lokal untuk bersaing dan berkembang lebih baik.
![]()
Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa David da Silva adalah salah satu penyerang terbaik yang pernah membela Persib Bandung. Dengan kemampuan mencetak gol luar biasa, kontribusi di lapangan, dan jiwa kepemimpinan, ia menjadi sosok krusial dalam upaya Persib meraih gelar juara Liga 1.
Para Bobotoh berharap David bisa terus menjadi jantung lini serang Persib dan membawa klub ke puncak kejayaan, baik di kompetisi domestik maupun kancah Asia.
Selama tetap menjaga performa dan semangatnya, tidak diragukan lagi bahwa nama David da Silva akan dikenang sebagai legenda modern dalam sejarah panjang Persib Bandung.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : Dafa Al Gasemi Setiawarman